Photo-photo Reuni Februari 2009

NOSTALGIA SMA (6) : Remeh...

Thursday, November 12, 2009

Siang itu Nampak suasana tegang tengah menyelimuti kelas Fisika 1. Betapa tidak, Bu Kapti marah besar saat mengetahui bahwa siswa di kelas itu sebagian besar tidak mengerjakan tugas yang beliau berikan.

“Saya tidak mengerti, kalian ini belajar atau tidak sih di rumah? Sebentar lagi ujian, apa yang sudah kalian persiapkan?” Teriak Bu Kapti.
“Apa kalian sudah merasa diri pintar?” Lanjut Bu Kapti.

Hal itu membuat suasana kelas semakin tegang. Para siswa di kelas itu tertunduk. Ada yang pura-pura corat coret di buku tulisnya, ada yang berusaha menenangkan diri dengan mempermainkan ballpointnya.

“Baiklah saya akan memberikan soal Matrik buat kalian”. Kata Bu Kapti. Kemudian Bu Kapti menuliskan soal tersebut di papan tulis.
“Kamu! Coba maju ke depan, kerjakan soal itu!” seru Bu Kapti kepada Said sesaat setelah selesai menuliskan soal di papan tulis.

Dengan perasaan sedikit ragu, said maju ke depan untuk mengerjakan soal itu. Satu..dua menit berlalu, said Nampak seperti cecak mati yang menempel di tembok, perasan takut & malu bercampur aduk karena dia tidak sanggup menyelesaikan soal itu.

Maka semakin meledaklah amarah Bu Kapti. “Bagaimana kalian ini? Diberi tugas tidak dikerjakan, dikasih soal tidak bisa menyelesaikan?”
“Jadi kalian maunya apa?”
“Kalian jangan me-remeh*-kan pelajaran ini!” Seru Bu Kapti dengan penuh amarah.

Tapi tiba-tiba Fahmi, salah seorang siswa di kelas itu nyeletuk dengan sedikit keras memecah ketegangan. “Remeh itu kalau satu bu, kalau banyak namanya Rangginang…”

Sontak seiisi kelas terhenyak kaget sekaligus berusaha menahan tawa. Beberapa siswa yang duduk di belakang malah sudah tidak dapat menahan tawa walau sedikit ditekan.

Melihat situasi ini, Bu Kapti langsung beranjak ke luar kelas dengan wajah merah padam, entah karena menahan marah atau tawa…

*Remeh = butiran nasi (Bhs. Sunda)

Smandel’89
Fisika 1

NOSTALGIA SMA (5) : Bangkong..oh..Bangkong..

Wednesday, November 11, 2009

Teriakan itu begitu keras dan menggema..."Ulaaaaah euuuyyy !!!". Terlihat Gugun keluar dengan berlari dari kelas Fisika 2 menuju lapangan basket. Teman2nya, Shindu "Nduth" & Asep "Emen" berlari mengejarnya.

Nduth & Emen yg berperawakan gempal dapat dengan mudahnya mencengkram Gugun yang berperawakan lebih kecil. Wajah Gugun terlihat sangat pucat saat teman yg lain, Zeid, Daud serta Harry & yang lainnya datang sambil mengacung acungkan sebuah benda hidup yg ternyata seekor katak kecil.

"Gelooooooooooooo, urg sieuuuuuuuuuu, ulaaaaaaaaaaah !!!!" teriak Gugun sambil meronta dalam cengkraman Nduth & Emen. Tapi tetap saja teman2 yg lain dengan tawa cekikikan mengacung2kan katak itu kepada Gugun.

"Kajeun gelut siaaah aing maaaahhh!!!!!". Kembali teriakkan Gugun menggema. Tapi teriakan itu tidak membuat teman2 yang lain mengurungkan niatnya, dengan santainya teman2 Gugun, memasukkan katak kecil itu ke balik baju seragamnya.

Gugun yang sudah tidak berdaya di bawah cengkraman Nduth & Emen, pasrah sambil sedikit meronta dan berteriak.."Aaaaaaaaaammmpuuuuuuuuuunnnnnnnn...tuluuuuuung!!!!".
Seketika itu Gugun melihat katak kecil yang ada di balik bajunya berubah menjadi monster raksasa, pandangan Gugun pun menjadi lamur dan...gelap....

Saat terbangun, Gugun mendapati dirinya sedang dikerubungi teman2nya yg sibuk mengipasinya...



SMANDEL '89
Fisika 2

NOSTALGIA SMA (4) : Elegi Vespa Biru...

Monday, November 9, 2009

Malam itu tampak sebuah vespa biru membelah jalanan seputar Buah Batu dengan kecepatan sedang, malam minggu yg cerah & berbintang itu menemani Inu dengan sepeda motor Vespanya. Wajah Inu kelihatan begitu sumringah, betapa tidak malam itu Inu akan mengunjungi pujaan hatinya, semangatnya begitu membara, hatinya pun berbunga...

Sesaat sebelumnya, Inu sudah meminta doa restu kepada kedua orang tuanya untuk "berjuang" dalam rangka mencari jodoh untuk masa depan yang bahagia. Ortunya merestui perjuangan Inu dan melepas Inu dengan hati bangga.."semoga kamu berhasil anakku...".

Inu ditemani Vespa birunya yg selalu setia menjadi tunggangannya, akhirnya tiba di sebuah rumah. Tak berapa lama setelah Inu mengetuk pintu rumah itu, keluarlah sang pujaan hatinya. Nampak kebahagiaan yang teramat sangat di wajah Inu saat melihat sang pujaan hati dengan senyum manisnya. Setelah dipersilahkan masuk dan duduk, sang pujaan hatinya itu masuk ke dalam untuk mengambil minuman sebagai teman ngobrol.

Singkat cerita, beberapa jam kemudian terlihat Inu keluar dari rumah, setelah berbasa basi sebentar, Inu kemudian berpamitan pulang. Namun kali ini ada yang berbeda dari Inu, tidak seperti saat datang tadi, wajahnya sumringah & penuh kebahagiaan. Kali ini ekspresi itu hilang berganti dengan wajah sendu.

Di perjalanan pulang, Inu berkata kepada "teman setia"nya, "Vespaku, hanya engkau yang bisa mengerti aku, hanya kamu yang tau keinginanku, hanya km yang tidak mengeluh tentang diriku. Vespaku ternyata si doi sudah punya tambatan hatinya, tapi tak mengapa, aku hanya ingin kau tau Vespaku, mulai saat ini si doi menjadi "adikku"....."

Sang Vespa menanggapi curhat Inu, "Tuanku jangan bersedih, jangan khawatir & jangan bimbang saya akan selalu setia menemani tuanku dan akan selalu siap untuk mengantar jemput "adik-adik" tuan yang lain...".

Hening & sepi menemani perjalanan pulang Inu & "teman setia"nya. Rintik hujan membasahi jalanan seakan ikut bersimpati terhadap suasana yang tengah terjadi...


Smandel '89
I Love You Full

NOSTALGIA SMA (3) : Doa Seorang Anak...

Saturday, November 7, 2009

Daud adalah seorang anak yg berpenampilan kalem, pendiam, bersahaja & terkesan lugu & polos. Teman2nya melihat dia sebagai sosok yang baik & enak untuk diajak berteman. Saya sendiri jarang sekali melihat dia bertingkah neko-neko.

Karena sifatnya yang introvert, jarang sekali teman2nya bisa mengetahui apa yg diinginkannya apalagi yg dipikirkannya. Akan tetapi dengan sifatnya bukan berarti dia tidak punya banyak teman, temannya bejibun mungkin juga pacarnya, tapi semua tidak ada yg tau.

Suatu hari Daud tiba di rumahnya bersama beberapa orang temannya. Seperti biasa Daud mengajak teman2nya itu untuk bercengkrama di kamarnya. Ketika sedang asik2nya Daud & beberapa temannya bergosipria, tiba-tiba bapaknya datang setelah beberapa hari tugas dari luar kota.

Begitu mengetahui sang ayah datang, Daud secara tiba2 masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudlu, setelah itu menggelar sajadah untuk melaksankan shalat. Tetapi sebelum shalat dimulai, Daud membuka lebar-lebar pintu kamarnya, saat itu terlihat sang ayah sedang duduk di ruang tengah. Teman2nya terheran2, mengapa Daud shalat harus membuka pintu kamarnya lebar2 terlebih dahulu? Tapi teman2nya diam saja melihat tingkah Daud itu.

Maka Daud pun melaksanakan shalat dengan khusunya, selesai shalat Daud duduk bersimpuh & menengadahkan tangannya ke atas sambil berdoa dengan keras yang tentu saja mengagetkan teman2nya. "Ya Allah berilah saya motor RX King!"

Teman2nya kaget sekaligus mengerti maksud Daud, mereka bergumam, "Ya Allah mudah2an doa Daud didengar bapaknya, amiiiiiin..."


Smandel '89

I Love You Baibeh..

NOSTALGIA SMA (2) : Antara Tatang, Bawang & Pisau Dapur...

Friday, November 6, 2009

Di sebuah rumah di Jl. Biduri kawasan Buah Batu dalam, tampak sedang terjadi keributan kecil. Tampaknya seorang pedagang baso sedang adu mulut dengan beberapa penghuni rumang tsb. Ternyata keributan itu dipicu oleh tindakan anak2 kecil yg juga merupakan penghuni rumah itu yang iseng, yang keisengannya tidak bisa diterima oleh seorang pedagang baso.

Sementara itu di sebuah dapur di sudut rumah tersebut, nampak sesosok orang yang sudah tidak asing lagi...Tatang! Dia sedang asik mengiris bawang menggunakan pisau dapur. Keasyikannya terganggu oleh kegaduhan yg terjadi di ruang tamu rumahnya.

Kegaduhan itu membuat rasa ingin tahu Tatang bangkit, maka Tatang pun dengan refleks beranjak menuju ruang tamu dengan menggenggam bawang di tangan kiri dan pisau dapur di tangan kanan. Dia langsung menerobos ruang tamu dengan berteriak "Aya naon ieu teh?"

Sang pedagang baso yg tengah sibuk beradu argumen dengan penghuni rumah langsung kaget saat melihat seseorang yg tiba2 datang dengan menggenggam pisau, dan tanpa basa basi lagi dia langsung kabur, lari sekencang2nya ke luar rumah tersebut.

Tatang yang masih penasaran dengan keadaan langsung mengejar pedagang baso itu hingga ke pekarangan rumahnya. Langkahnya terhenti saat salah seorang penghuni rumah menahan Tatang sambil berkata "Geus Tang..geus..!!". Masih dengan keheranannya, Tatang bertanya kepada penghuni rumah yg menghentikannya yang tidak lain adalah kakaknya sendiri, "Emang aya naon ieu teh?". Kakaknya menjawab "Euweuh nanaon Tang, biasalah.. kalakuan budak leutik". Tatang masih bertanya dengan heran, "Naha eta tukang baso make lumpat pas ningali urang?". Kakaknya menjawab "Eta sieuneun ku maneh, ka luar ti dapur bari mamawa peso". Tatang menjawab, "Haarrr urg mah keur nyiksikkan bawang, mawa peso teh lain dihaja..". "Terus eta kunaon panon make beureum jiga nu ambek?" tanya kakaknya lagi. "Panon urg beureum teh pan kacipratan bawang..peurih" jawab Tatang.

Tapi para tetangga yang telah kadung kaget & terkesima melihat Tatang mengejar pedagang baso itu dengan membawa pisau berdecak kagum, "bener wanian si Tatang euy, palaur ah". Dan sejak itu Tatang terkenal dengan julukan "Sang penghunus "Samurai"..."


Smandel '89
Piss, Love n Gaul...

NOSTALGIA SMA : Diudag Tukang Beling (1)

Thursday, November 5, 2009

Bel tanda istirahat siang itu sudah berbunyi, saya bersama beberapa teman saat itu tidak seperti biasanya pergi ke kantin yg berada di lingkungan sekolah. Saya saat itu bersama dengan Anto, Donny, Ganjar, Gondo, Rizza Alit, Dea, Shinta & Inne ngeloyor pergi ke kantin Solon yang letaknya di luar lingkungan sekolah.

Beberapa saat kemudian Rona & Sakti datang menyusul kami untuk ikut bergabung, saat itu saya melihat Rona berjalan dengan terpincang2. Saya lalu bertanya. "Kunaon Maneh, Ron?". "Tabrakan euy, kamari" jawabnya sambil meringis menahan sakit. Lalu dia pun menceritakan kronogis kejadian tabrakan itu dengan heroiknya...

Sementara saya sambil ngobrol ngalor ngidul dengan Rona, saya melihat Rizza Alit, Dea, Shinta Inne sedang asik jajan rujak buah2an yang ada di sekitar gerbang sekolah. Dan saya lihat Anto , Donny & Ganjar sedang asik nongkrong sambil bercengkrama & saya lihat Gondo sedang "cingogo" rada ke tengah jalan sambil merokok.

Tiba2 saya liat dari arah belakang lewat rombongan tukang pungut barang bekas atau lebih dikenal dengan "tukang beling". Rombongan tukang beling ini mengendarai dua beca yg masing2 beca terdiri dari tiga orang.

Salah satu beca yg ditunggangi tukang beling itu lewat di depan Gondo sambil berteriak "awas katabrak euy!". Gondo yg waktu itu memang nongkrong rada di tengah jalan menjawab teriakan itu dengan sok cuek "pan aing muterrrr".

Sontak jawaban itu memancing emosi para tukang beling, mereka lalu berhenti. Dan tiba2 seorang anak kecil dari rombongan itu turun dari beca & berteriak "Anjing! Goblog! tong polontong siah!". Saya & teman2 yang lain yang waktu itu tidak memperhatikan awal kejadian terperangah kaget. Sekaligus hal itu memancing emosi & rasa gengsi kami para laki2. Betapa tidak seorang kemaren sore bisa berkata2 seperti itu kepada kami.

Lalu teman kami Ganjar mengajak saya untuk menghampiri anak kecil itu yg dibelakangnya berdiri para tukang beling yg lebih besar. Ketika kami sedang mendekati mereka, tiba2 tukang beling yg lebih besar mengacung2kan cluruit kepada kami dan langsung menyerang kami.

Tindakan para tukang beling itu membuat kami berbalik arah untuk berlari ke arah gerbang sekolah dan saya melihat Rona berlari lebih kencang dari kami, saya sempat berfikir pada waktu itu. "Ongkoh si Rona teh pincang tadi mah, naha pas lumpat pang tarikna?"

Kami berhenti di gerbang sekolah lalu mencari batu sebagai senjata untuk menyerang balik & para tukang beling itu pun mundur ke belakang saat melihat kami menyerang dengan batu. Setelah batu yg kami lemparkan habis, kembali tukang beling itu menyerang kami. Kejadian seperti itu terus berulang beberapa saat. Teman2 kami yg melihat kejadian itu dari jauh ketawa cekakakan sambil berteriak "Euy! jiga film Tom & Jerry hahahah"

Kejadian itu akhirnya terhenti saat Pak Ure sang satpam sekolah menutup gerbang. Dan saya pikir selesai sudah "perang" itu. Sementara saya melihat Rona sedang terduduk di kantin sekolah dengan nafas terengah2 dan pincangnya menjadi sembuh total..

Keesokkan harinya, ketika saya datang ke sekolah, Pak Ure sang Satpam sekolah memberi tahu saya "Bay, tadi isuk aya tukang beling nyerang ka dieu make 10 beca, masing2 becana aya kana 5 urang, maranehna datang jeung jegerna urg Pasir Malang". Wajah saya langsung pucat mendengar berita itu. Saya langsung masuk kelas & mengabarkan berita itu kpd teman2 yg lain.

Mendengar kabar itu, teman2 yg lain termasuk saya langsung berkamuflase dengan merubah penampilan, yang tadinya sok garang dengan lengan baju dilinting, dirubah dengan melepas lintingan dan rambut dibuat klimis. Kamuflase itu kami lakukan selama seminggu sampai tukang beling beserta jegernya berhenti mencari kami....


Smandel '89
kantin Solon...

Saturday, July 11, 2009

hemsdvj2wa